Adhie M. Massardi: Orang-orang Jokowi Hancurkan Monumen Pluralisme yang Dibangun Gus Dur
Potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menjadi viral karena dianggap telah menistakan suatu agama dan merusak persatuan.
Tudingan itu kerap dilontarkan oleh para pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Termul, bahkan telah melaporkan JK ke polisi. Namun tindakan tersebut justru berpotensi membenturkan kerukunan antar-umat beragama alias adu domba.
Menanggapi itu, Jurubicara Presiden ke-IV RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M. Massardi merespons dengan sangat keras terhadap “orang-orang Joko Widodo” yang ditengarai telah melakukan pelintiran terhadap ceramah JK.
Kemarahan Adhie sempat disampaikan dalam podcast bersama Hersubeno Arief dan sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong.
“Saya marah karena cara mereka berpolitik akan menghancurkan monumen pluralisme yang dibangun antara lain oleh Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dengan seluruh integritas, dedikasi dan kapasitas politiknya,” jelas Adhie Massardi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.
Adhie juga menyampaikannya dalam “Seruan Nasional” bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurutnya, virus perpecahan yang dibawa Jokowi, terutama sejak Pilgub DKI 2012 sangat berbahaya buat bangsa.
“Bangsa ini sudah akrab (dengan pluralisme) di masa Reformasi tuh, sudah tidak ada masalah lagi. Sampai kemudian tibalah virus yang menjijikkan dan bagi saya mengerikan dari Solo. Tiba-tiba ada orang Solo masuk ke pusat politik nasional di dalam Pemilihan Gubernur Jakarta tahun 2012, dari situlah ada buzzer, fitnah, adu domba, rekayasa, memelintir fakta, memperkosa fakta, lalu mendiskriditkan lawan-lawan politiknya secara amoral,” pungkasnya.
Sumber: rmol
Foto: Adhie M. Massardi. (Foto: YouTube Hersubeno Point)
Adhie M. Massardi: Orang-orang Jokowi Hancurkan Monumen Pluralisme yang Dibangun Gus Dur
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar