Breaking News

Refly Harun dan Jahmada Girsang Nyaris Adu Fisik, Pengacara Roy Suryo Anggap Rismon Pengkhianat


Kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang dengan pengacara Roy Suryo, Refly Harun nyaris adu fisik di panggung program Rakyat Bersuara di Inews TV, Selasa (21/4/2026) malam.

Kondisi memanas saat Refly Harun akhirnya memutuskan untuk walk out (WO) atau meninggalkan panggung diskusi setelah memberikan pernyataan soal pengelolaan manajemen buku Jokowi's White Paper.

Sebelumnya menurut kubu Rismon Sianipar, penjualan dan pengelolaan buku tersebut tidak transparan.

Respons Refly Harun

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun memberikan pernyataan usai acara tersebut.  Ia menyinggung sosok Rismon yang dianggap sebagai pengkhianat.

"Saya ini diundang sebagai salah satu pembicara di panggung tapi saya menolak karena saya menganggap orang seperti Rismon yang berkhianat terhadap perjuangan itu tidak pantas mendapatkan panggung besar. Saya tidak pernah membenci orang, tapi yang saya benci adalah perilakunya, kan begitu," kata Refly dikutip dari akun Youtube Roy Suryo Official, Rabu (22/4/2026).

Refly mengungkapkan perilaku tersebut bukan bersifat personal. Ia menuturkan tidak mempersalahkan bila hal tersebut bersifat pribadi.

"Tapi ini kan soal perjuangan untuk mengungkapkan kebenaran. Good governance, clean government," kata Refly.

Awalnya, Refly mengaku telah membujuk Roy Suryo untuk tidak datang. Namun Roy Suryo, kata Refly, berbeda pendapat.

Ia pun akhirnya menyampaikan kepada host program Rakyat Bersuara, Aiman Witjaksono bahwa dirinya akan datang bila Roy Suryo hadir.

"Saya mungkin akan ekstrem saya akan datang juga. Karena sebagai lawyer saya harus melindungi kepentingan klien saya dokter Tifa dan Roy Suryo," katanya.

Mengenai diskusi tersebut, Refly menilai tidak ada poin krusial meskipun ia mendengar sejumlah angka yang disampaikan Rismon Sianpiar mengenai buku Jokowi's White Paper.

"Angka yang disampaikan Rismon itu adalah angka yang menurut saya sangat keterlaluan sampai kemudian mengatakan keuntungan Rp 700 juta, Rp 3 miliar dan lain sebagainya. Padahal yang saya tahu adalah dokter Tifa sampai sekarang bahkan masih berutang ongkos produksi," kata Refly.

"Bayangkan. Jadi jangankan untung malah yang terjadi adalah bahkan dia berutang ongkos produksi," tambahnya.

Ia mengungkapkan buku Jokowi's White Paper edisi pertama dicetak 1000 yang premium serta 1000 reguler.

"Nah, 2.000 itu tidak berarti kemudian habis sold out. Jadi itu ada sebagian yang diberikan secara gratis kepada beberapa pihak," katanya. 

Nyaris Adu Fisik

Sementara dikutip dari Warta Kota, perdebatan panas saat Refly Harun memutuskan WO dari panggung diskusi, usai memberikan pernyataan soal pengelolaan manajemen buku Jokowi's White Paper.

Refly Harun lalu menjelaskan duduk masalah soal manajemen penjualan dan penerbitan buku tersebut berdasarkan pengalamannya yang juga penulis buku.

"Kalau saya tidak dikasih kesempatan ngomong lagi, ngapain saya di sini? Itu namanya orang bodoh. Bapak ya, Jahmada Gersang yang saya hormati. Anda menghormati saya kan? Tetapi ketika Anda belok, Anda tidak ngomong apa-apa ke saya. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata Refly Harun menyindir Jahmada.

Refly lalu menghampiri nara sumber dari kubu Rismon Sianipar yang berada diatas panggung sebelum keluar ruangan.

Refly bersalaman dengan Aiman selaku pembawa acara, lalu menyalami Rismon.

"Ini pakai pengacara raja konten, kata Rismon," ujar Refly.

Usai menyalami Rismon, Refly lalu menyalami Jahmada Girsang.

"Ini teman saya yang paling baik. Tetapi ketika belok, dia tidak ngomong," kata Refly.

Karena ucapan Refly, Jahmada sepertinya tidak terima sehingga tidak melepaskan jabatan tangan Refly yang hendak turun panggung.

Bahkan Jahmada tampak menarik tangan Refly. Gesture tubuhnya menunjukkan sikap tidak suka dengan Refly.

Refly dengan tenang menghadapinya. Jahmada lalu sedikit mendorong Refly.

Keduanya sempat berhadapan dalam jarak sangat dekat.  Refly sempat agak mendorong Jahmada yang tidak juga melepaskan jabatan tangan Refly.

Namun Jahmada membalas lebih reaktif dan mendorong tubuh Refly Harun ke belakang.

Keduanya nyaris adu jotos, karena kontak fisik dan saling dorong sudah terjadi.

"Saya gak terima itu," teriak Jahmada sambil mendorong Refly, namun dilerai Aiman dan nara sumber lainnya.

Seketika panggung dipenuhi mereka yang hendak melerai agar keduanya tidak terlibat kontak fisik lebih jauh.

"Dua-duanya keluarin," teriak Roy Suryo dikutip dari WartaKota.

Insiden ketegangan itu terjadi saat acara disiarkan secara live atau langsung dan  menjadi sorotan publik.

Di balik insiden tersebut, terselip dinamika emosional yang kuat. Perdebatan yang awalnya berkutat pada isu intelektual dan transparansi buku berubah menjadi konflik personal.

Aksi hampir baku hantam  ini sangat disayangkan mengingat keduanya merupakan pakar hukum yang seharusnya mengedepankan argumentasi intelektual.

Refly Harun yang menyebut Jahmada sebagai "teman baik" justru menunjukkan gestur kekecewaan mendalam sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan studio.

Sebelumnya, Rismon Sianipar mengkritik pengelolaan buku yang dinilai tidak transparan.

Pernyataan itu kemudian dibalas oleh Roy Suryo yang membela pihak dokter Tifa, sebelum akhirnya Refly Harun masuk memberikan pandangan hukum.

Dalam paparannya, Refly menegaskan perbedaan peran antara penulis dan pengelola buku. 

Ia menilai tidak semua penulis berhak menuntut transparansi finansial jika tidak terlibat dalam produksi dan distribusi. Pernyataan itu memicu respons keras dari pihak yang berseberangan.

Refly Harun: Jahatnya Jokowi

Sebelumnya Refly Harun, melontarkan pernyataan menohok terhadap Presiden Joko Widodo dalam program diskusi Rakyat Bersuara tersebut.

Refly tanpa ragu menyebut mantan Wali Kota Solo itu "jahat" lantaran dianggap membiarkan publik terus bertikai terkait keabsahan ijazah pendidikannya.

"Inilah jahatnya orang yang bernama Joko Widodo. Kenapa jahat? Dia membiarkan anak bangsa terpecah belah mendebatkan apakah ijazahnya asli atau palsu," tegas Refly dengan nada tajam sebelum memutuskan walk out dari studio.

Menurut Refly, keributan berkepanjangan ini seharusnya bisa diselesaikan dalam hitungan jam jika Jokowi bertindak sebagai seorang negarawan.

Ia menuntut adanya transparansi total, bukan sekadar menunjukkan fisik ijazah di hadapan penyidik kepolisian.

"Kalau dia seorang negarawan, kita tantang malam ini tunjukkan ijazahnya. Undang press conference, undang Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan semua pakar telematika hingga digital forensik seluruh dunia. Buktikan apakah spesimen itu asli," ujarnya lagi.

Refly menilai, ketiadaan langkah konkret dari Istana untuk mengakhiri polemik ini justru menjadi bumerang yang terus menggerus kohesi sosial masyarakat Indonesia.

Bela Dokter Tifa
 
Sebelum menyinggung sosok Jokowi, perdebatan sempat memanas terkait transparansi pengelolaan buku Jokowi White Paper.

Menanggapi tudingan kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, soal "manajemen gelap" dr. Tifa, Refly memberikan pembelaan dari sudut pandang seorang penulis.

Ia menekankan perbedaan mendasar antara posisi writer (penulis) dan publisher (penerbit).

Refly mengungkapkan bahwa dr. Tifa adalah pihak yang menanggung seluruh risiko finansial, mulai dari biaya cetak hingga sosialisasi di berbagai kota.

"Anda tidak bisa meminta hak yang sama, tetapi bebannya berbeda. Sepanjang yang saya tahu, dr. Tifa yang menanggung itu semua. Mas Roy dan Rismon tidak menanggung biaya cetak," jelas Refly.

Ia juga membeberkan bahwa edisi kedua buku tersebut tidak sukses secara finansial, salah satunya akibat penyebaran versi PDF secara ilegal.

Sumber: tribunnews
Foto: 

Refly Harun dan Jahmada Girsang Nyaris Adu Fisik, Pengacara Roy Suryo Anggap Rismon Pengkhianat Refly Harun  dan Jahmada Girsang Nyaris Adu Fisik, Pengacara Roy Suryo Anggap Rismon Pengkhianat Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar