Breaking News

Iran Bongkar Kebohongan AS Soal Biaya Perang yang Sebenarnya, Angkanya Fantastis


Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Jumat (1/5/2026) menuduh Amerika Serikat (AS) salah menggambarkan biaya perang, dengan mengatakan bahwa angka resmi yang disampaikan secara signifikan meremehkan beban keuangan yang sebenarnya. Dalam unggahan Araghchi di platform media sosial X, Menlu Iran itu menyatakan Pentagon “berbohong” mengenai biaya perang, seraya menyebut angka tersebut telah mencapai 100 miliar dolar AS.

“Spekulasi berisiko Netanyahu telah secara langsung merugikan Amerika sebesar 100 miliar dolar AS sejauh ini, empat kali lipat dari yang diklaim,” tulisnya, merujuk pada pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu.

Araghchi mengatakan biaya tidak langsung yang ditanggung pembayar pajak AS “jauh lebih tinggi. Tagihan bulanan bagi setiap rumah tangga Amerika mencapai 500 dolar AS dan terus meningkat cepat.”

Ia juga mengkritik kebijakan AS terhadap Israel dengan menulis, “Israel First selalu berarti America Last” (mendahulukan Israel berarti mengorbankan kepentingan Amerika).

Pada Rabu (29/4/2026), pejabat Pentagon Jules Hurst dalam kesaksiannya di Kongres menyatakan bahwa “Operation Epic Fury” sejauh ini menelan biaya sekitar 25 miliar dolar AS. Amerika Serikat dan Israel memulai serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu balasan dari Teheran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April, namun pembicaraan marathon tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump lagi-lagi menyalahkan Iran atas mandeknya perundingan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap negara itu dua bulan lalu. Trump mengatakan di media sosial bahwa "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam 'keadaan runtuh'" dan ingin Selat Hormuz dibuka kembali "sesegera mungkin."

Pernyataan itu muncul setelah Iran mengajukan usulan baru kepada AS untuk mengakhiri perang. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Senin (27/4/2026) bahwa Trump dan tim keamanan nasionalnya telah meninjau usulan tersebut.

Usulan Iran itu dikabarkan berisi seruan agar Selat Hormuz dibuka kembali dan perang diakhiri, sementara perundingan terkait nuklir ditunda.

"Batasan Presiden (Trump) terkait Iran telah dibuat sangat jelas, tak hanya kepada publik Amerika tetapi juga kepada kepemimpinan Iran. Saya tak akan mengatakan mereka sedang mempertimbangkannya," kata Leavitt.

Tuntutan AS agar Iran menghentikan program pengayaan uranium menjadi salah satu poin utama dalam perundingan. Tanpa prospek perundingan langsung, pemerintahan Trump tampak tidak merespons positif usulan terbaru dari Iran, yang dilaporkan mencakup syarat agar AS mencabut blokade ke pelabuhan Iran sebelum Iran membuka kembali selat tersebut.

Sumber: republika
Foto: Presiden AS Donald Trump (tengah), bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan), saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026/Foto: EPA/WILL OLIVER / POOL

Iran Bongkar Kebohongan AS Soal Biaya Perang yang Sebenarnya, Angkanya Fantastis Iran Bongkar Kebohongan AS Soal Biaya Perang yang Sebenarnya, Angkanya Fantastis Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar