Breaking News

Bahlil Dinilai Jadi Beban Presiden Prabowo, Pengamat: Sudah Layak Di-reshuffle


Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi beban bagi Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut, reshuffle terhadap Bahlil merupakan langkah yang logis.

“Sangat logis bila Prabowo mereshuffle-nya. Bila tidak, Bahlil akan terus menjadi beban bagi Presiden Prabowo,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Minggu (26/4).

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat Bahlil layak dievaluasi. Salah satunya terkait kemampuan mitigasi risiko dan penyediaan solusi atas kebutuhan energi nasional, khususnya minyak.

Jamiluddin menilai, dalam beberapa kasus, Kementerian ESDM belum mampu merespons situasi secara optimal. Ia mencontohkan insiden tertahannya kapal Pertamina di Selat Hormuz yang berdampak pada pasokan energi dalam negeri.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah harus mencari alternatif pasokan energi dari negara lain. Bahkan, Presiden Prabowo turun langsung melakukan diplomasi energi ke sejumlah negara seperti Jepang dan Rusia.

“Sebagai Menteri ESDM, Bahlil seharusnya malu ketika bidang kerjanya diambil alih presiden,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakmampuan dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai menteri.

Selain itu, Jamiluddin juga menyoroti keterbatasan jejaring internasional yang dimiliki Bahlil. Padahal, posisi Menteri ESDM menuntut kemampuan diplomasi energi dan hubungan luas dengan negara-negara lain.

“Hal itu mengindikasikan Bahlil tidak memiliki jaringan internasional yang memadai,” katanya.

Menurut Jamiluddin, keterbatasan tersebut berdampak pada tidak optimalnya penanganan isu-isu strategis di sektor energi.

Dengan berbagai catatan itu, ia menilai wacana reshuffle terhadap Menteri ESDM semakin relevan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kinerja kabinet, terutama dalam menghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.

Ia menegaskan, perbaikan kinerja sektor energi menjadi krusial mengingat sektor ini berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional.

Sumber: netralnews
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Bahlil Dinilai Jadi Beban Presiden Prabowo, Pengamat: Sudah Layak Di-reshuffle Bahlil Dinilai Jadi Beban Presiden Prabowo, Pengamat: Sudah Layak Di-reshuffle Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar